Tuesday , 30 November 2021
Breaking News
Home » Galeri » Sosialita » Cut Meyriska Yakin dengan Pacar Pilihan Ortu
Cut Meyriska Yakin dengan Pacar Pilihan Ortu

Cut Meyriska Yakin dengan Pacar Pilihan Ortu

Setiap orang punya kriteria tentang pasangan yang diidam-idamkan. Begitu pula dengan Cut Meyriska. Baginya, laki-laki yang tepat tidak harus tampan secara fisik. Ia lebih memilih sosok kekasih yang mengerti apa yang ia inginkan. “Aku tidak suka yang ganteng. Buat aku pacar yang baik itu bisa manjain aku dan selalu siap dengerin curhatan aku,” tuturnya. Dan Chika pun lebih mengidamkan usia pasangan yang lebih tua dari dirinya. Chika menilai, laki-laki yang jauh lebih tua dapat membimbing dirinya ke depan. “Aku tidak suka yang berondong atau umurnya sebaya. Lebih enak sama yang lebih tua, lebih ngemong,” katanya.

Bila banyak aktris atau aktor yang terlibat cinta lokasi, tidak demikian dengan Chika. Chika tidak suka terlibat dalam cinta lokasi. “Aku jarang pacaran . Sampai usiaku 21 tahun ini baru pacaran dua kali. Pertamakali aku pacaran saat kuliah. Aku bukan tipe yang suka gonta-ganti pacar. Dalam hubungan asmara aku memang kurang,” ujarnya. Chika menegaskan bahwa laki-laki yang menjadi pacarnya itu lebih ke tipe Mama dan Papanya. Artinya mereka yang cari laki-laki yang akan jadi kekasih Chika.

Pacaran dengan Pria Aceh
“Aku pacaran sekarang (yang kedua, red) atas keinginan Mama dan Papa. Pacarku yang sekarang juga dikenalin oleh Mama dan Papa. Kalau aku memilih pacar sendiri, aku takut salah pilih. Namanya pacaran, pertama kali kenalan, setelah itu takutnya tahapnya semakin panjang. Aku tidak mau kalau menikah ada kendala di belakangnya. Aku ingin menikah sekali untuk seumur hidupku,” ungkapnya.

Chika mengakui pacar pertamanya adalah laki-laki pilihannya sendiri. “Dia laki-laki berkebangsaan Perancis. Tapi ternyata aku sama dia tidak nyambung. Sebenarnya aku juga tidak terlalu menyukai dia. Aku pacaran dengan dia juga karena ingin belajar bahasa Perancis. Tapi karena tidak nyambung, akhirnya aku putusin saja,” paparnya. Sementara saat ini yang menjadi kekasihnya sekarang laki-laki pilihan orangtuanya.

“Dia berasal dari Aceh, satu kampung dengan keluargaku. Kita saudara jauh. Kenalannya sudah lama dan sahabatnya abangku. Orangtuaku suka dengannya, ya sudah aku akhirnya pacaran dengannya,” katanya. Chika dan kekasihnya itu melakukan hubungan jarak jauh. Mereka hanya bertemu tiga bulan sekali. “Dia seorang pegawai pemerintahan. Tugasnya pindah-pindah kota. Sekarang sedang tugas di Maluku Utara,” ungkapnya.

Anak Rumahan
Dalam kesehariannya, gadis cantik berdarah Aceh ini memang tidak banyak bicara. Ia tidak terlalu suka menghabiskan waktu untuk hangout bersama teman-teman maupun berbelanja di mal seperti anak-anak muda pada umumnya. “Aku jarang jalan dan main sama teman. Aku lebih suka di rumah. Dulu waktu tinggal di Medan, aku banyak kumpul dengan teman-teman, tapi di Jakarta aku malah tidak pernah kumpul dengan teman-teman. Dulu seminggu sekali kita bikin acara, barbeque-an di rumah. Kegiatanku sibuk sekali, ngaji, sekolah, main sama teman. Di Jakarta malah tidak pernah ada kegiatan seperti itu. Lebih banyak di rumah. Main game sama adik, ke mal sama adik dan mama. Tidak pernah tidak ada mama. Kalau tidak ada Mama, maka aku jalan sama abangku yang kedua,” katanya.

Chika beralasan sebagai orang rantau yang belum tahu keadaan di Jakarta, yang membuatnya tidak suka berjalan-jalan ke luar rumah sendiri. “Aku tipe orang yang tidak tahu jalan. Karena memang tidak pernah jalan-jalan. Makanya aku selalu dianterin mama kemanapun. Aku juga harus bisa menjaga kapasitas pergaulanku juga. Tidak boleh kelewatan. Aku harus menjaga diriku. Makanya aku juga jarang pacaran,” paparnya. Selain itu, dengan jadwal syuting sangat padat, dan libur hanya di hari Minggu, Chika tidak mau kuliahnya tertinggal. “Pagi aku pasti kuliah dulu. Apalagi kalau ujian. Setelah selesai kuliah baru ke lokasi syuting. Otomatis pulang syutingnya memang lebih malam,” jelasnya.

Hingga saat ini Chika belum merasa kesulitan untuk membagi waktunya antara kuliah dan syuting. “Aku enjoy saja. Yang penting jadwal kulahku dari awal sudah seperti itu, maka mereka harus mengikuti. Tapi kadang-kadang aku juga berpikir kalau kuliahku selalu masuk, maka sekali-kali aku bisa juga tidak masuk. Tapi selama ini tidak ada masalah dengan pengaturan jadwal kuliah dan syuting. Kalaupun terpaksa, aku dijemput dengan motor sama orang unit, biar cepat sampai di lokasi syuting,” paparnya.

Sumber:www.nyata.co.id

Check Also

Djelly-Waruis

Sekretaris BPMP2SP Kab. Mitra Jadi Pegawai Teladan

Ratahan, kawanuaplus.com – Sekretaris Badan Penanaman Modal, Pelayanan Perijinan Satu Pintu (BPMP2SP) Kabupaten Minahasa Tenggara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *