Tuesday , 7 December 2021
Breaking News
Home » Headline » Gubernur dan Bupati Ziarahi Makam Mantan Gubernur Sulut
sarundajang ziarah makam HV Worang

Gubernur dan Bupati Ziarahi Makam Mantan Gubernur Sulut

Kema, kawanuaplus.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Harry Sinyo Sarundajang bersama muspida melaksanakan ziarah ke makam mantan Gubernur Sulut Hein Victor Worang di Desa Tontalete, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) pada Minggu (21/9/2014). Bupati Minahasa Utara Drs Sompie SF Singal MBA bersama jajaran pejabat Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Minut turut hadir dalam kegiatan tersebut. “Ziarah

dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara ke-50. Kegiatan ziarah merupakan agenda rutin dilakukan setiap taunnya oleh Pemerintah Provinsi Sulut bersama kabupaten Minahasa Utara,” kata Sarundajang dalam sambutannya. Ziarah diawali dengan upacara yang di pimpin Gubernur Sarundajang. Usai upacara dilanjutkan tabur bunga. Ziarah tersebut dihadiri juga istri alm HV Worang, ibu Henny Worang Tompunu bersama keluarga. HV Worang lahir di Tontalete, Sulawesi Utara, 12 Maret 1919 dan meninggal di Jakarta, 3 Februari 1982 pada usia 62 tahun. Dia menjabat Gubernur Sulawesi Utara periode 1967-1978. Pada saat-saat permulaan masa jabatannya pada tahun 1967, ia harus berhadapan dengan berbagai pihak yang menantangnya. Pada masa kepemimpinannya mencuat Peristiwa 2 September (1968) yang dengan pelopor Corps Tuhanura berusaha mengusir Worang dari jabatannya sebagai gubernur. Tapi tak lama setelah ia berhasil menyelesaikan hal tersebut dan tantangan berikutnya adalah membereskan provinsi yang lumpuh akibat pergolakan PRRI/Permesta. Belum lagi keadaan perekonomian yang belum pulih seperti kopra diakibatkan kebun kelapa yang tak terurus selama bertahun-tahun, maupun sebab prasarana jalan hampir tiada bekas lagi. Akhirnya pada masanya infrastruktur dibangun kembali sehingga menjadi tolak pembangunan di Sulawesi Utara sepanjang Pelita I dan Pelita II. Sasarannya adalah jalan-jalan ke perkebunan kopra dan cengkeh. Sampai tahun 1976, hampir 2000 km di antaranya sudah dapat dilalui kendaraan bermotor sehingga pusat-pusat perkebunan cengkeh dan kopra pun bisa diakses dan hasil bumi dari dua penghasilan pokok daerah ini, di samping pala dapat dijual di pasar nasional maupun internasional. ji

Check Also

k link surabaya

Jangan Ragu Pada Makanan Berlemak

Surabaya, kawanuaplus.com – Jangan ragu makan makanan yang berlemak tinggi atau mengandung kolesterol berlimpah. Nikmati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *